BANDARLAMPUNG – Di tengah skala tragedi bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra yang memprihatinkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung bergerak cepat mengirimkan bantuan kemanusiaan. Wali Kota Eva Dwiana memastikan bantuan yang dihimpun dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) ini akan segera meluncur ke daerah terdampak.
“Bunda juga ditunjuk oleh Apeksi (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) sebagai koordinator untuk mengirimkan bantuan,” ujar Eva, Senin (1/12).
Sementara itu, data BNPB hingga Minggu malam mencatat total korban meninggal dunia akibat bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat telah mencapai 442 jiwa, dengan ratusan orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.
Sumatera Utara menjadi wilayah paling parah, mencatat 217 korban meninggal dan 209 orang hilang, terutama di Kabupaten Tapanuli Selatan. Di tengah bertambahnya korban, jumlah pengungsi juga meningkat tajam karena banyak warga mulai berpindah ke lokasi pengungsian resmi.
Di Aceh, korban meninggal dunia naik menjadi 96 jiwa, dengan 75 orang masih hilang, tersebar di 11 kabupaten/kota. Sedangkan di Sumatera Barat, jumlah korban meninggal mencapai 129 jiwa, dengan 118 orang masih dalam pencarian.
Namun di tengah kabar duka, ada perkembangan positif dari Kota Langsa, Aceh, yang sebelumnya sulit diakses. “Di sana tidak ada korban jiwa. Ini mudah-mudahan berita yang baik,” kata Suharyanto.
Upaya pencarian dan penyelamatan di seluruh wilayah terdampak kini terus dikebut, berpacu dengan waktu untuk menemukan ratusan warga yang masih dinyatakan hilang.













