Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Pasir Gintung Ogah Tempati Kios

banner 120x600

BANDARLAMPUNG — Potret ironis terlihat di Pasar Pasir Gintung, Bandarlampung. Kios-kios megah yang dibangun pemerintah kini bak bangunan kosong tak berpenghuni, ditinggalkan pedagang yang memilih mengamparkan dagangannya di tepi jalan raya. Sepinya pembeli di dalam pasar menjadi alasan utama eksodus ini, menciptakan dilema baru bagi Dinas Perdagangan (Disdag) setempat yang mengaku kewalahan menghadapi sikap para pedagang.

 

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Erwin, mengaku pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin dalam memberikan fasilitas namun tetap saja pihaknya mengaku kewalahan atas sikap para pedagang yang ogah kembali ke kois nya masing masing.

 

“Kami dari dinas perdagangan pemerintah kota bandarlampung, sudah menyediakan tempat buat para pedagang untuk berjualan, tetapi karna pedagang mengaku kios yang di tempatinya sepi pembeli,” Ujar Erwin, Rabu (3/12/2025).

 

Langkah lainnya, Erwin mengaku akan berkoordinasi dengan Satuan Pamong praja (SatPolPP) dalam menertibkan sejumlah pedagang dan memberi upaya lainnya, sehingga para pedagang dapat mengisi kois yang hingga kini kosong.

 

“Kita berupaya semaksimal mungkin, kedepan kita akan gandeng PolPP dalam penertiban biar mereka kembali lagi ke atas, tindakan tegas juga akan kita lakukan supaya kedepan lebih tertib dalam berjualan, ” Tegasnya.

 

Dilain sisi, Sumarni turut mengeluhkan kondisi pasar yang sepi, ia mengatakan alokasi ini menyebabkan penurunan jumlah pembeli.

Menurutnya, penyebab utamanya adalah banyak pedagang yang masih memilih berjualan di lokasi lama, meskipun telah diinstruksikan untuk pindah ke tempat baru.

 

Berjalan kaki saja sudah melelahkan, apalagi jika harus membawa barang dagangan yang berat seperti karung besar, butuh tenaga ekstra.

 

Meski pemerintah telah menurunkan petugas Satpol PP untuk menertibkan pedagang, namun sebagian besar dari mereka tetap kembali berjualan di lokasi lama setelah petugas pergi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *