Bandarlampung, Seminung.com – Program hilirisasi perkebunan yang digulirkan Kementerian Pertanian (Kementan) membuka peluang besar bagi petani di Provinsi Lampung untuk meningkatkan kesejahteraan. Lampung yang dikenal sebagai salah satu sentra komoditas perkebunan di Sumatra, dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung penguatan rantai nilai dari hulu hingga hilir.
Hilirisasi yang dicanangkan Kementan menekankan pentingnya pengolahan produk agar tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Melalui pendekatan Approach By Thematic (ABT) dan program refocusing, petani didorong menghasilkan produk jadi maupun setengah jadi yang bernilai tambah tinggi.
Di tingkat nasional, Kementan menetapkan tujuh komoditas perkebunan strategis, yaitu tebu, kelapa, kopi, kakao, jambu mete, lada, dan pala. Untuk Lampung, komoditas kelapa, kopi, dan lada menjadi unggulan utama yang selama ini telah menjadi penyokong ekonomi daerah sekaligus penyumbang devisa negara.
Lampung memiliki areal perkebunan kopi robusta terluas di Indonesia, selain itu produksi kelapa dan lada juga tersebar di sejumlah kabupaten. Dengan adanya hilirisasi, hasil perkebunan tersebut berpeluang lebih besar menembus pasar ekspor dalam bentuk produk olahan, misalnya kopi bubuk, minyak kelapa, hingga lada kemasan siap saji.
Kementan memastikan dukungan nyata bagi petani berupa penyediaan benih unggul, sarana produksi, hingga pendampingan teknis. Selain itu, penguatan kelembagaan petani di daerah akan menjadi perhatian agar mereka mampu mengelola usaha bersama dan memperluas akses pasar.
Pemerintah menargetkan program hilirisasi ini berjalan hingga tahun 2027 dengan cakupan lebih dari 870 ribu hektare lahan perkebunan di berbagai provinsi. Dengan iklim tropis yang mendukung dan keragaman komoditas, Lampung diyakini bisa menjadi salah satu daerah penopang utama hilirisasi perkebunan nasional.
Meski begitu, sejumlah tantangan masih perlu diatasi, mulai dari infrastruktur pendukung, akses pembiayaan, hingga pemenuhan standar mutu produk ekspor. Namun jika sinergi pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan petani terjalin baik, hilirisasi diperkirakan akan membawa dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan petani Lampung. (*)













