Bandarlampung, Seminung.com – Gerbong mutasi kembali bergulir di tubuh Kepolisian Republik Indonesia. Kali ini, giliran Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Lampung, Brigjen Pol Dr Ahmad Ramadhan, yang harus menanggalkan jabatannya. Ia dipindahtugaskan sebagai Dosen Kepolisian Tingkat I di Akademi Kepolisian (Akpol) Lemdiklat Polri.
Mutasi tersebut tertuang dalam Keputusan Kapolri Nomor: Kep/1409/IX/2025 tertanggal 19 September 2025. Surat itu sekaligus menutup masa pengabdian Ahmad Ramadhan sebagai orang nomor dua di Polda Lampung setelah satu tahun sembilan bulan mendampingi Kapolda.
Perwira tinggi kelahiran Bandarlampung, 2 Desember 1969 ini, mulai dipercaya sebagai Wakapolda Lampung sejak 28 Desember 2023. Kehadirannya kala itu dianggap membawa nuansa baru dalam kepemimpinan Polda Lampung, terutama dalam upaya memperkuat sinergi internal kepolisian dan menjaga stabilitas keamanan daerah.
Tak hanya Ahmad Ramadhan, pucuk pimpinan tertinggi Polda Lampung pun ikut berganti. Irjen Pol Helmy Santika yang sebelumnya menjabat Kapolda Lampung, juga resmi mengakhiri masa tugasnya. Dua tahun lima bulan lamanya ia memimpin sejak 27 Maret 2023.
Helmy, yang lahir 20 Desember 1971, dikenal sebagai jenderal muda dengan segudang pengalaman di bidang reserse. Saat pertama kali dipercaya menduduki kursi Kapolda, usianya baru 52 tahun—menjadikannya salah satu kapolda termuda di jajaran kepolisian. Sebelum bertugas di Lampung, ia sempat memimpin Polda Gorontalo.
Karier panjangnya memang banyak bersentuhan dengan dunia reserse. Sejak awal berdinas di Polda Metro Jaya pada 1993, ia menapaki berbagai posisi strategis: mulai dari Kapolsek Metro Kebayoran Lama, Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, hingga menjabat Kasubdit Resmob dan Kasubdit Jatanras.
Namanya semakin dikenal publik ketika memimpin Polres Lampung Utara pada 2013–2014. Saat itu, ia berani mengambil langkah tegas dengan menginstruksikan tembak di tempat bagi para pelaku begal. Kebijakan tersebut terbukti menekan angka kriminalitas jalanan yang kala itu begitu meresahkan.
Rekam jejaknya kian kokoh dengan sederet jabatan strategis lain, seperti Dirtipideksus Bareskrim Polri, Kapolresta Barelang, hingga Sahlijemen Kapolri. Semua itu mengantarkannya pada kursi Kapolda Gorontalo, lalu Kapolda Lampung.
Kini, estafet kepemimpinan Polda Lampung pun beralih. Kepergian dua jenderal tersebut menandai babak baru dalam perjalanan kepolisian di Bumi Ruwa Jurai. (*)













